Brothers semua pastinya sudah tau semua bagaimana pentingnya peranan lampu utama, terlebih di waktu malam atau ujan lebat.
Brother semua pastinya juga sudah tau banget bagaimana rasanya kalau pas jalan malam hari dan tiba-tiba lampu utama mati semua.
Kejadian diatas baru saja saya alami, tebakan pertama mengarah pada lampu bohlam utama yang sudah saatnya diganti. hari berikutnya tanpa chek sana-sini langsung saja beli bohlam utama dan mulai bongkar tuh batok lampyu, elha dhala...ternyata bukan lampunya brothers yang putus tetapi fitingnya yang meleleh.
Pusing dech jadinya...ga mau repot-repot langsung aja beli yang ori, mmmm...mahal juga ternyata, tapi karena pentingnya perangkat ini, jadinya ya tetep dibeli, pasang sendiri dan normal kembali.
Selesai urusan...? belum ternyata...sampai sekarang masih berputar-putar dikepalaku...apa sebenarnya yang menyebabkan fiting lampu utama ini meleleh? karena diganti dengan lampu Halogen kah? karena kaki-kaki fiting sama kaki-kaki bohlam ga pas kah? atau...???
Brother semua pasti sudah tau jawabannya kan ? jadi tolonglah...beri saya pencerahan untuk masalah ini.
Terimakasih untuk yang sudah mau berbagi.
Berawal dari rasa penasaran akan kehebatan koil Yamaha YZ-125 yang fenomenal di kalangan bikers tanah air, akhirnya saya tergiur juga untuk mencicipi performa koil yang banyak dipakai diarena balap itu.
Diawali dengan mengumpulkan informasi – informasi tentang banda penghantar api ke busi ini, akhirnya dapat juga gambaran tentang ciri-ciri koil YZ-125 yang asli bin original yang salah satunya adalah dikabel koil tersebut tertulis “kurabe 2009” yang artinya koil ini dibuat pada tahun 2009 (persisnya saya lupa baca dimana untuk ciri-ciri ini, jadi mohon maaf tidak bisa menyebutkan sumbernya yang jelas bukan karangan saya sendiri hehe) tapi tidak harus tertulis seperti diatas, tergantung tahun berapa koil tersebut dibuat. Pernah juga baca di forum otomotif pada saat forum tersebut melakukan komparasi beberapa merek koil yang banyak beredar dipasaran, kebetulan mereka mempunyai koil YZ-125 yang asli dan yang palsu dimana yang paslu ternyata dua lubang buat baut yang ada dikaki-kakinya bentuknya oval bukan bulat seperti yang ada di versi originalnya.
Akhirnya dapet juga tuh barang setelah proses hunting serta tawar menawar yang panjang, dipasaran koil ini dihargai sekitar 400 – 450 ribu, kebetulan saya dapat harga dibawah itu. Giliran mu masang sendiri, bingung, karena kaki koil ini lebih panjang dari standardnya ditambah soketnya cuman ada 1, sementara standardnya ada dua dan kabelnya lebih pendek dari standardnya. Nanya sana nanya sini akhirnya dapet pencerahan dan finally bisa masang sendiri dengan selamat juga… fyuh…akhirnya bisa merasakan juga.
Kesan pertama langsung berasa, pengapian jadi lebih gede, hal ini terbukti pada saat malakukan start mesin dipagi hari, biasanya saya buka selongsong gas agak dalem, tapi kali ini cukup dipuntir dikit langsung greng…manthap, perilaku ini juga berlaku pada saat motor diajak jalan, ga perlu buka selongsong gas dalam-dalam motor udah ngacir, alhasil motor sekarang tambah irit banget…ini yang paling utama bagi saya.
Karena hal utama sudah saya temukan yaitu keiritan BBM, jadi saya tidak mengexplore efek-efek lainnya, seperti speed yang banyak diidam-idamkan kebanyakan rider muda.
Punya pengalaman dengan Koil YZ-125 lainnya ? silahkan share disini.
Thanks to Agan Christian_7 @ kaskus untuk gambar dan dagangannya.
Tulisan ini diawali oleh kegelisahan atas kondisi kelistrikan yang ada dikuda besi saya, entah kapan persisnya gejala ini muncul, yang jelas ada ketidakberesan dengan kondisi kelistrikan saat ini.
Gejala paling mencolok adalah ketika malam hari dimana lampu utama aktif dan sein saya aktifkan juga, dalam kondisi begini terlihat sekali seolah-olah accu tidak mampu mensupply kebutuhan listrik. Terang-redup secara bergantian antara lampu uama dan sein adalah gejala yang sampai saat ini saya alami, menurut beberapa teman, saya disarankan untuk pasang relay untuk lampu utama dan sein, hal ini sudah saya lakukan pada piranti klakson tambahan (stabel Nautilus), tapi tetep saja ‘penyakit’ ini tidak mau pergi.
Dari hasil baca - sana baca – sini, sepertinya dengan menginstal kapasitor bank ‘penyakit’ ini bisa hilang, ini baru pikiran saya saja loh, soale sampai sekarang belum juga saya mencoba alat yang biasa dipakai untuk instalasi audio diroda empat ini.
Salah satu sumber yang membahas tentang kapasitor bank ini menyebutkan kalau alat ini mampu mengatasi masalah kelistrikan motor kita meski banyak piranti tambahan yang mengkonsumsi daya listrik secara besar-besaran, salah satu rujukan bengkel penyedia piranti ini adalah bengkel F-16 Motor di Jl.Ciledug Raya, No.16 (samping Ramayana Ciledug), katanya bengkel ini juga siap diajak berkonsultasi dengan menekan nomor 021-73446678.
Buat brother semua yang kebetulan baca artikel ini, mohon masukan dan informasinya ya, benarkah piranti ini mampu mengobati penyakit motor saya ?
Many…many thanks…
Referensi : Tabloid Motor Plus Edisi 557, Oktober 2009
sebelumnya mohon maaf dulu kali-kali aja ada pihak dari produsen ban Swallow yang baca tulisan ini. tidak ada maksud negatif, hanya berbagi cerita saja. Saat ini motorku menggunakan karet bunder dengan merek swallow x-worm untuk belakang dan deli tire untuk depan, bukan kombinasi yang bagus sih emang he..he.., tapi karena dulu belinya satu paket sama velgnya jadi ya tinggal pake aja. bulan-bulan pertama pemakaian tidak ada tanda-tanda kalau ban ini licin, karena memang beberapa teman mengatakan kalau ban ini licin. sampai kejadian pertama aku alami ketika perjalanan pertamakali ikut kopdar diparkiran taman makan pahlawan kalibata, saat itu memang agak kenceng karena mengikuti irama teman-teman yang bisa jalan kenceng, disekitar cempaka mas tiba-tiba ada taxi yang muncul dari sebelah kiri, secara reflek kaki dan tangan sama-sama bejek rem sekuat-kuatnya tetapi alangkah kagetnya ternyata ban belakang ngebanting kesebelah kiri yang artinya malah mau menghantam bamper si taxi tadi. untunglah tidak terjadi apa-apa... 
Dari kejadian itu aku baru percaya ternyata ban ini licin banget, dan saat itu aku jadi lebih ati-ati untuk menggunakan rem belakang apalagi kalo rem dadakan. kejadian terakhir adalah ketika beberapa hari yang lalu didaerah slipi, jakarta barat, saat itu kaget banget karena ada motor dari arah berlawanan yang mau balik arah sementara aku masih agak kenceng karena mengejar lampu hijau, pas beberapa meter didepanku motor ini balik arah tanpa sein, kontan saja aku injek rem dalam-dalam dan again and again...ban belakang berulah lagi dan kali ini lebih parah karena aku hampir saja kehilangan keseimbangan... kali ini aku bener-bener berniat untuk ganti ban motor, khususnya ban belakang, pengennya sih ganti pake Battlax karena kata temen-temen ini ban bagus, tapi harganya juga bagus.kemaren sempet liat iklan ban comet yang buat supermoto, bagus juga tuh kayaknya, kalo dari harga juga ga jauh beda ama ban Battlax. ada yang sudah menggunakan ban comet ini ? kasih testimoninya dong...atau ada ide lain kemana daku harus menambatkan hati...hehe hati ban maksudnya. Bagi sesama bikers yang kebetulan menggunakan ban yang sama, ati-ati aja bro kalo ngerim dadakan and tetep waspada dalam perjalanan. keep safety and respect.
Buat teman-teman sesama pengguna jalan,khususnya pengendara roda dua, lebih spesifiknya adalah pengguna sepeda motor untuk sangat berhati-hati saat bermotor ria di belantara jakarta ini, udah tau dong kalau musim ujan gini pasti banyak jalan-jalan yang berlubang bak kolam lele yang siap menghadang dan mencelakakan kita kalau kita tidak mewaspadainya. persisnya kemaren sore,1 Maret 2009, saat akan menuju keluar kota kebetulan aku melewati jalan Daan Mogot, setelah Indosiar, aku mengikuti arus kendaraan yang akan naik flyover untuk menghindari macet dibawah, saat itu ada iring-iringan salah satu komunitas motor,untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,sengaja tidak disebutkan nama komunitas tersebut (padahal alasan sebenarnya karena udah lupa namanya...he..he..). kembali kecerita tadi, akhirnya aku putuskan untuk mengikuti mereka dari belakang, kan sekalian dicarikan jalan ama mereka, rupanya jarak kadal dengan kendaraan salah satu anggota komunitas tadi terlalu dekat, alhasil begitu kendaraan didepanku menghajar lubang yang lumayan dalam dengan panjang sekitar 50-an centimeter maka tak ayal lagi...kadal juga ikutan menghajar tuh lubang dengan kecepatan kurang lebih 60km/jam, agak oleng sedikit begitu aku menghajar lubang tadi, syukurlah Yang Maha Kuasa masih mengijinkan aku untuk terus melanjutkan perjalanan dengan kondisi baik-baik saja. bisa dibayangkan, diflyover yang setinggi itu dan seramai itu tiba-tiba motor masuk lubang dan oleng trus masuk jalur berlawanan atau malah lebih tragisnya terjatuh dari flyover...amit-amit dech...semoga ga ada kejadian seperti bayangan itu.Buat pihak-pihak bertanggung jawab atas kondisi jalan tersebut,mohon untuk segera menindaklanjuti kerusakan ini.
moral of story are :
1. Berdoa sebelum melakukan perjalanan
2. Tetap konsentrasi selama diatas motor.
3. Jaga jarak aman dengan kendaraan didepannya.
4. Tetap waspada dengan kondisi jalanan, apalagi sudah lama kita tidak melewati jalan tersebut.
5. Ga usah kenceng-kenceng sob...kecuali emang lagi kebelet en dah ga tahan lagi...soale ga mungkinkan berhenti trus pipis di flyover ??? loh...loh...loh....lha kok malah ngomongin pipis toh ???.
be carefully while driving
meski masalah rantai sudah beres, tapi tetep saja keinginan untuk ganti gear set semakin kuat, akhirnya memory tentang Sinnob muncul lagi, ga perlu pikir panjang langsung browsing dan dengan bantuan 'paman' Google akhirnya nemu juga distributornya, kontak lewat sms maupun email langsung digencarkan, singkat cerita akhirnya deal dengan distributornya untuk mengirimkan satu set gear Sinnob ini.
belum sempat pasang nih gear set, eh...si kadal ngambek lagi, pas buat ngejemput cewek gw dari kampus ada suara aneh (kraaak....kraaaakk...begitu kira-kira) dibagian bos roda belakang, berhenti bentar untuk ngecek kondisi roda belakang tetep aja ga ngeri apa yang sebenarnya terjadi, yowis...jalan lagi kita, ga nyampe 200 meter, suara itu makin kenceng dan kami tidak berani melanjutkan perjalanan, saat itu sekitar jam 9 malam di jalan satrio dan rumah masih jauuhhh, akhirnya kami putuskan untuk nitipin kadal di kantorku, sementara cewek gw nunggu di warung tenda pinggir jalan situ. Dengan kecepatan dibawah 20km/jam dan gerimis pula, akhirnya nyampe juga diparkiran kantor dan kami pulang menggunakan taxi. (pfuhhh...malam yang melelahkan.....)
Hari berikutnya, kadal langsung ta bawa kebengkel dijalan satrio deket kantor, karena ga enak ninggalin kantor lama-lama akhirnya janjian ma pemilik bengkel untuk ambil kadal sekitar jam empat sore. benar saja sekitar jam empat sore aku dah nyampe bengkel lagi dan kadal udah kelar...senengnya bisa lihat kadal pake gear set yang baru, tapi...hal itu hanya berlangsung beberapa detik saja karena sang empunya bengkel segera kasih informasi kalau laher roda dah harus diganti dan tempat dudukan cakram belakang pecah, mesti diganti juga....syet dah...ternyata masih belum beres juga, masih keluar dana lagi nih buat benerin si kadal.
Tak putusin untuk sementara kadal apa adanya dulu tapi dengan konsekwensi ga berani ngajak lari dia kenceng-kenceng, max 60 km/jam, ngeri lahernya semakin parah, sob. Hari itu pas hari jumat, hari berikutnya masih saja nyari bengkel buat ganti laher dan dudukan cakram belakang, ga berani jalan jauh akhirnya sambangin aja bengkel deket kost, setelah roda belakang dibongkar benar saja...bola-bola kecil pada laher (apa sih namanya..??)dah pada rontok, mungkin hanya tertinggal 5 biji (Bang Haji mod on :terlalu...!!)dan bibir dudukan cakram belakang hancur...tapi ga ngerti kanapa bisa sehancur itu. karena dibengkel ini tidak punya part pengganti akhirnya cuman bisa ganti laher aja dan dudukan cakram tetep dipasang tanpa pegangan cakram (he..he...maaf kalau membingungkan) hanya mengandalkan empat baut yang ada. keadaan seperti ini berlangsung selama seminggu berikutnya dan baru hari sabtu kemaren (21 feb 2009) aku sempetin nyari dudukan cakram di Otista dan langsung tak bawa ke bengkel langganan, siapa lagi kalau bukan INYONG si dukun megy itu, kayaknya nasib baik belum berpihak nih...inyong bilang kalau dudukan cakram tidak sama dengan yang sudah dipasang dan mesti nyari lagi...(mmmm duit maning...duit maning...tired dech...!!!). Saking gregetan karena ga beres-beres, akhirnya hari minggunya langsung ta bawa ke Cibubur -Aneka Motor tempat dimana dulu pertama kali kadal dipasangi cakram belakang, nyampe sana kadal langsung ditangani dan menunggu sekitar satu jam-an dah kelar juga akhirnya (huh...beres juga akhirnya), dari sini baru bisa merasakan gear set yang baru, memang beda sih gear set ini, sampai hari ini, 23 februari 2009, aku belum bisa komentar banyak tetang performa dia, secara aku baru benar-benar bisa merasakannya dua hari ini, tapi yang jelas, tarikan lebih enak, begitu juga pada saat akselerasi dari posisi pelan, tenaga serasa langsung tersalurkan (tidak ada hentakan dirantai), nah...sampai hari kedua ini baru itu saja yang bisa dirasakan, tapi jangan kuatir, segala perkembangan atas testing gear set ini pasti akan ditulis disini...so sering-sering mampir yah...he..he...
Sebenarnya sudah lama mendengar informasi tentang benda yang menjadi penyalur tenaga dimotor roda dua ini, tetapi belum pernah sekalipun melihat wujudnya, hingga pada pertengahan tahun lalu (2008)saat ada event tumplek blek dilapangan parkir timur senayan akhirnya baru bisa juga menyentuh barang itu.
pengen sih beli, tapi waktu itu gear set sikadal (Megy 2007) masih bagus, jadinya cuman lihat-lihat saja sambil nanya-nanya tentang keunggulan dan harganya, oleh mas-masnya yang kebetulan didekatku diterangkan kalo barang ini bagus banget, mengadopsi teknology canggih dari negara adikuasa yang sekarang lagi kena krisis, Amerika. selain itu gear ini diclaim bisa meningkatkan performa kendaraan yang lumayan berasa, waktu itu siy aku ngangguk-angguk aja, mang apa hubungannya ya..?, pikirku saat diterangkan tentang salah satu kelebihannya itu. gear ini juga bisa meredam suara brisik yang biasa ditimbulkan karena gesekan antara rantai dan gear karena dibuat dengan bahan polyurethane yang sangat elastis, beberapa kelebihan itu saja yang sempat terekam dalam memory kepalaku. sampai disini aku dah ga lagi mikirin tentang barang ini.
sampai akhirnya kemaren awal februari 2009 rantainya kadal mulai ada gejala-gejala kerusakan, dimulai dengan adanya suara kraakkk yang lumayan kenceng pada saat posisi nikung, awalnya aku ga ngeh kalo itu adalah suara rantai. akhirnya ada inisiatif untuk ngencengin rantai dan gejala itu mulai hilang, dari situlah baru ngeh kalo itu adalah suara rantai yang kendor. tapi kondisi normal ini tidak berlangsung lama, gejala awal mulai kambuh lagi, karena dah pernah ngalamin kayak gini, aku agak-agak cuek aja, cuman berusaha untuk mengurangi kecepatan saat nikung dan lepas dari tikungan saja, tapi dasar rantai udah mulur (bahasa jawa nih...hehe)dan minta diganti akhirnya sikap cuek itu membuahkan hasil yang tidak mengenakan...rantai lepas dari gear pada saat keluar dari tikungan jelas saja kadal langsung berhenti mendadak dan ga mau jalan lagi (gimana mau jalan...wong rantainya ngancing gitu)untung angkot dibelakangku ga ngebut jadi dia bisa terhindar dari kecelakaan yang fatal...thxs God, you save me. dengan dibantu mas-mas yang kebetulan sedang berjalan disitu akhirnya rantai bisa dipasang lagi dan aku balek kekost.

kejadian itu pas hari minggu petang, bingung mau dibawa kebengkel mana, soalnya besok paginya mesti bisa jalan kekantor. akhirnya ta putusin untuk bawa kebengkel besok pagi-pagi dengan konsekwensi terlambat masuk kantornya. jam 7.30 seninnya aku dah jalan nyari bengkel yang udah bukak, dan akhirnya nemu juga bengkel itu, pikirku cukup dikencengin aja...ternyata dah ga bisa dikencengin, setelan rantai sudah mentok dan mau ga mau rantai mesti dipotong atau ganti. memotong rantai dua mata akhirnya menjadi pilihanku dan ga sampai 30 menit rantai dah terpasang lagi setelah bayar langsung cabut kekost dan siap-siap untuk ngantor. sampai disini sementara kelar untuk urusan rantai. (next story, plz go to part2 on the other page)

